TUA PASTI, RENTA? TUNGGU DULU...


Post Thumb

TUA PASTI, RENTA? TUNGGU DULU...

2 Timotius 1:1-5

Menjadi tua,kerap jadi masalah tersendiri. Baik bagi yg mengalaminya (merasa kesepian, tidak berguna, dll); tapi juga bagi orang lain terutama keluarga.

Ketakutan terbesar menjadi tua adalah tidak produktif lagi, sehingga kemudian hanya akan menyusahkan&jadi beban bagi orang lain. 

Namun, benarkah dalam usia lanjut tidak bisa mengharapkan apa-apa? Tidak bisa menghasilkan sesuatu?

Kalau ukuran materi atau 💰, kemungkinan besar ya. But, life is not about money. Ada banyak hal yang bisa didapatkan oleh kita dari para adiyuswa. Misalkan: pendapat bijak&nasehat, keteladanan, dan doa-doa mereka.

Rasa syukur juga dirasakan oleh Rasul Paulus atas kehadiran Lois, nenek Timotius. Dituliskan demikian: "Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu" (2 Tim 1:5).

Peran Timotius bagi Paulus sangat besar, dia menghibur & menguatkan Paulus; sebagai penerus Paulus dalam menggembalakan jemaat kristiani mula-mula. Apa yg dilakukan Timotius tidak bisa dilepaskan dari peran Eunike&Lois.

Disadari atau tidak, orang-orang adiyuswa punya peran besar dalam hidup orang-orang muda melalui keteladanan & doa-doa mereka sehingga orang muda merasakan anugerah Allah dalam hidup.

Lalu bagaimana dengan adiyuswa yang sifatnya sulit? Rewelnya tidak ketulungan, sering bikin jengkel, sedikit-sedikit dinyinyiri? Atau para orangtua yang sudah tidak berdaya&hidupnya tergantung orang lain?

Untuk kasus ini memang akan lebih repot,lebih tidak nyaman,lebih makan hati. Tapi apa kita hanya mau menerima seseorang yg baik saja&menolak yg buruk dr orang itu?

Salib kadang berwujud bukan dalam tekanan atau persoalan yg berat, namun juga bisa berwujud dalam orang-orang sulit yg ada di sekitar kita. Tidak ada jalan lain, kita harus memikulnya. Terpenting, jangan biarkan diri kita jadi salib bagi orang lain.

#SalamWelasAsih

NB: kalau merasa diberkati melalui renungan ini kirimkan ke saudara-saudara yang lain

Kembali Keatas