PENGAMPUNAN YANG MEMERDEKAKAN


Post Thumb

PENGAMPUNAN YANG MEMERDEKAKAN

Yohanes 7:53-8:11

Ketika belajar berenang, saya pernah nyaris tenggelam. Lalu kemudian instruktur renang dengan sigap menolong saya. Seketika itu rasanya lega. Plong! Begitu juga kemungkinan yg dirasakan oleh perempuan dalam Yoh 7:53-8:11. Ia ketahuan telah berzinah. Hukuman bagi pezinah adalah rajam: dilempari batu sampai mati. Bayangkan bagaimana perasaan perempuan itu. Ia diseret oleh para tokoh agama&orang banyak ke hadapan Yesus. Sepanjang perjalanan yg dilalui tentunya penuh horor, lebih menakutkan dari horor film Suzanna. Ia pasti diteriaki, dilecehkan, dimaki& direndahkan martabatnya. Mungkin jika wanita tersebut hidup di jaman sekarang sudah diviralkan & dijadikan meme seperti artis VA. Ia menghadapi kematian yg tragis&nista. Ia sendirian! Bukankah dalam kesendirian, penderitaan terasa berkali-kali lipat??? Sedih&perih luka akan semakin menyayat dalam kesendirian.Lalu apa yg didapatkan dari Yesus? "Aku pun tidak akan menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi". PLONG!!! Seribu beban telah terangkat. Langkah terasa ringan. Tak ada lagi sesak di dada.  Kelegaan&kemerdekaan yg dirasakan.

Kisah ini setidaknya menimbulkan 2 pertanyaan:

1. Bagaimana kelanjutan hidup wanita tersebut? Tidak jelas!

2. Kemana laki-laki yg berzinah dengan wanita tersebut? Kenapa hanya wanita tersebut yg menanggung akibatnya? Hampir sama dengan kisah VA, yg diekspose hanya wanitanya saja, tapi si pria tidak pernah diekspose. Alkitab memang tidak menceritakan secara detail. Karena Alkitab bukanlah Silet (acara TV) yg mengupas setajam silet. Bukan juga macam Jakarta Underground Alkitab menyampaikan pesan yg paling penting: kasih Tuhan tidak terbatas. Manusia atas nama moralitas&agama dapat saja mengacungkan penghukuman; tapi Tuhan selalu menyediakan pengampunan bagi siapapun pendosa yg datang pada-Nya.

Syaratnya satu: "Jangan berbuat dosa lagi dari sekarang"!

Kelamnya dosa sudahlah kita tinggalkan&tanggalkan. Biarkan jd kisah masa lalu untuk pembelajaran. Tapi jangan sampai penyesalan menghantui hidup kita. Membelenggu kita. Sing wis yo wis.

Tuhan sudah mengampuni kita; kenapa kita juga tidak mau mengampuni diri kita sendiri&orang lain???

#SalamWelasAsih

NB: jika merasa diberkati melalui renungan ini, kirimkan ke saudara-saudara yang lain

Kembali Keatas