BUILDING UP THE LOVE


Post Thumb

BUILDING UP THE LOVE

Kidung Agung 8:6-7

Apa salah satu hal yg mendasari seseorang akhirnya mau menikah? Salah satunya adalah karena jatuh cinta. Kita hidup di jaman sekarang, berbeda dengan ketika hidup di jaman Siti Nurbaya & Datuk Maringgih (bagi yg tahu kisah ini, bisa dipastikan usianya paling tidak sepantaran saya...😁), yg menikah karena perjodohan.  Namun, apakah yg membuat sebuah keluarga bahagia? Apakah karena jatuh cinta? NO!!! Jatuh cinta itu gampang, tinggal bilang: aku cinta padamu, wo ai ni, aishiteru, sarang haeyo, ich liebe dich, je taime. Jatuh cinta barangkali satu-satunya jatuh yg menyenangkan. Bacaan kita saat ini menggambarkan daya sebuah cinta. Di awal-awal pernikahan (atau mungkin juga awal pacaran?🤔) gambarannya: materai=sangat kuat; nyala 🔥 Tuhan=tidak terpadamkan; memberikan segala harta=romantisme&totalitas. Namun ketika telah lewat bulan madu atau tahun madu, apakah masih demikian? Ketika berjumpa dengan realitas kehidupan: kebutuhan sehari-hari, tagihan-tagihan,pasangan/anak sakit,pasangan berbeda dari harapan kita dulu, dll (bisa ditambahkan sendiri-sendiri...😅). Masih mudahkah mengaminkan Kid Agung 8:6-7 tersebut? Membangun keluarga tidak hanya membutuhkan jatuh cinta, namun terlebih butuh "membangun cinta". Jatuh cinta, kita akan buta,tuli& bisu terhadap segala keburukan pasangan kita. Maka saat cinta mulai ngos-ngosan, membangun cintalah yg dibutuhkan. Membangun cinta diwujudkan dengan kesediaan secara tulus menerima apapun keadaan pasangan kita. Ketika terjadi konflik, membangun cinta diwujudkan dengan bersama-sama memahami konflik, mencari solusi bersama& tidak menyimpan luka. Ingatlah ketika kita dulu kita di depan altar&mengucap janji pernikahan; bahwa kita akan mencintai pasangan kita dalam kondisi apapun. Sebuah janji yg diucapkan ke 4 pihak sekaligus: Tuhan, jemaat Tuhan, pasangan& diri sendiri.

Membangun cinta tidaklah mudah. Butuh segenap upaya, niat& pengorbanan. Kata sebuah iklan: NO PAIN, NO GAIN.

#SalamWelasAsih

NB: jika merasa diberkati dengan renungan ini kirimkan ke saudara-saudara yang lain

Kembali Keatas